Minggu, 29 Oktober 2017

Sekar Pembayun

Sebuah kisah antara asmara dan amarah
Berakhir pertumpahan darah
Karena kekuasaan dan ambisi yang mengerah
Hingga seorang putri berkorban tanpa keluh kesah

Ki Ageng Mangir pembelot bagi Panembahan Senopati
Enggan tunduk di bawah pimpinan Mataram pertiwi
Tanah agung yang dihuni
Tetap dalam genggaman tak mau dikuasai

Senopati menyusun rencana apik
Agar Mangir tunduk dan tertarik
Menggoda keteguhan pembangkang tengik
Dengan rupa ayu dan senandung merdu Si Cantik

Pembayun menyerahkan sepenuh dirinya
Untuk Mangir yang memuja
Menikahlah mereka berdua
Membangun mahligai rumah tangga

Tibalah waktu yang ditunggu
Menghadiri acara unduh mantu
Mangir menghadap bersama pembuluh rindu
Bertemu mertua mengharap restu

Maka rencana Senopati terlaksana
Sang pembangkang telah hadir tanpa pusaka
Membuatnya begitu leluasa
Melancarkan amarah yang meraja

Maut dijemput saat badan menunduk lesu
Ajian telah dilucuti tanpa ragu
Mautpun merenggut nyawa Mangir dengan kelu
Nyawa melayang pada benturan batu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gurindam

kalau kau hendak selamat  bekali diri dengan salihat jika dirimu sedang seteru ingat lidah setajam sembilu andai amarah mu...