Selasa, 12 September 2017

-Dua Klan-

Laksita membisikkan sesuatu ke telinga Dancaka, setelah pelukan hangat ia berikan pada kekasihnya itu. Dancaka mengangguk. Ia akan melakukan apa yang Laksita inginkan. Cintanya pada Laksita melebihi cintanya pada klannya sendiri. Ia lupa pada sumpah leluhurnya untuk menghancurkan Klan Rahyana. Dancaka justru jatuh cinta pada putri pemimpin dari musuh Klan Barung, keluarganya.

"Kau tak perlu khawatir, Sayang. Setelah ini kau akan jadi bagian dari kami," ucap Laksita meyakinkan kekasihnya.

Dancaka menghunus pedangnya. Ia memasuki gua tempat kakaknya bersembunyi dari kejarannya. Mahesa kakaknya telah terluka setelah mereka bertarung sebelumnya. Ia hanya perlu melayangkan beberapa jurus untuk menghabisi Mahesa.

"Berhenti kau di situ! Kau sudah gila. Aku ini kakakmu! Laksita hanya membodohimu. Bagaimana mungkin kau berpikir kau akan jadi bagian dari mereka?" Susah payah Mahesa mencoba menghalangi Dancaka dengan kalimatnya.

Dancaka bergeming. Tanpa ampun ia mengoyak dada kakaknya dan merenggut jantung yang masih berdenyut perlahan. Mahesa mengerang. Namun sesuatu terjadi di luar dugaannya. Tubuh kakaknya membumbung terbang di antara langit-langit gua. Suara gemuruh memenuhi telinga. Dinding gua bergetar. Bongkahan batu-batu kecil menggelincir.

Mata Mahesa yang semula terpejam perlahan terbuka. Koyakan di dadanya berpendar. Dalam sekejap koyakan itu menghilang. Dancaka terperanjat.

"Dasar bodoh. Apa Laksita bilang kau harus mengambil jantungku? Hahahaha!!" Mahesa terbahak.

Dancaka mengingat kembali apa yang dibisikkan Laksita. Ia terkesiap.

"Ambil kantungnya. Kantung di dadanya. Benda itu akan membuat kita beratus kali lipat lebih kuat saat masuk ke dalam tubuh."

#flashfiction
#darkfantasy
#infinitylovink
#writerandauthorgroup

Flash fiction di atas merupakan tulisan challenge dark fantasy saya dalam WnA Group Infinity Lovink. Ternyata setelah dibantai oleh para ekspert, tulisan tersebut masih jauh dari kategori dark fantasy.

Dark fantasy sendiri merupakan genre fiksi yang memiliki unsur-unsur magis dan supranatural. Mengandung kengerian dan berbau hal-hal gelap serta berbumbu horror.

Saya masih perlu banyak belajar. Itu pasti. Semoga setelah ini saya bisa lebih meliarkan imajinasi dan berani mencoba hal-hal baru di luar zona nyaman.

Sampai bertemu di tulisan lain, ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gurindam

kalau kau hendak selamat  bekali diri dengan salihat jika dirimu sedang seteru ingat lidah setajam sembilu andai amarah mu...