Sinta menuju kasir dengan senang. Ia tak perlu mengeluarkan uang untuk mendapat dompet cantik yang diidamkannya sejak berminggu-minggu yang lalu. Dua hari yang lalu ia mendapat voucher belanja di toko ini saat mengikuti jalan sehat. Kalau sudah rezeki, memang tak kan kemana, gumamnya.
"Sembilan puluh delapan ribu lima ratus, Mbak," ujar si kasir pada Sinta.
Sinta menyodorkan voucher yang ia ambil dari saku kemejanya dengan berbunga-bunga. Voucher senilai seratus ribu. Ia tak sabar ingin segera menggenggam dompet itu dan memamerkan pada teman-temannya.
Saat ia tengah membayangkan teman-temannya berdecak kagum melihat dompet barunya nanti, suara kasir mengagetkannya.
"Mbak, vouchernya sudah habis masa berlakunya. Ini berlaku sampai tanggal lima. Hari ini sudah tanggal enam." Voucher yang diberikan Sinta dikembalikan oleh si kasir.
Sinta menerima kembali vouchernya dengan kecewa. Ia melihat angka lima yang tercetak samar. Dengan lemas ia mengambil selembar ratusan ribu dari tasnya. Satu-satunya lembaran yang ia punya.
#flashfiction
#writernauthor
#tema2
#rezeki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar