Selasa, 31 Oktober 2017

Tentang Memaafkan





Aku pernah berada pada titik paling rapuh dalam hidup. Titik di mana aku merasakan penyesalan yang begitu dalam pada pilihan yang telah aku ambil. Saat itu aku hampir menyerah. Tiap hal yang kulakukan seakan salah di mata siapa pun, termasuk diriku sendiri.

Aku terbangun di pagi hari dengan dada yang sesak, pikiran yang tidak tenang, dan selalu dipenuhi pertanyaan kapan masa buruk itu berakhir.

Aku telah menyakiti orang-orang terdekatku, membuat mereka berkubang dalam amarah yang seolah tak kan surut. bahkan aku pun marah pada diri sendiri, menatap wajahku di cermin dengan penuh kebencian, menatap sesosok banyangan orang dungu di sana.

Ya, langkah yang kuambil jauh dari kata tepat. Aku menuruti ego tanpa berpikir jernih. Kecerobohanku telah menyeretku pada jurang penyesalan yang dalam. Aku bergelimang umpatan. telunjuk-telunjuk mereka menunjuk padaku sembari terucap serapah. 

Aku menangisi nasibku. Menangisi kebodohanku. Menangisi bagian hidup yang ingin kubuang. Tapi hidup harus terus berjalan. Aku takut mati jadi tak mungkin kuakhiri hidupku sendiri. Maka tak ada pilihan lain. Aku terus menapakkan jejakku. melanjutkan kisahku walau dengan noda yang tak kan pernah hilang.

Kubuang segala bentuk penyesalan, kubenahi lakuku, agar tak ada lagi luka di hati siapa saja karen ulahku.
Hidupku memang tak sempurna, namun selalu ada kesempatan buatku untuk memperbaikinya.

Hasil gambar untuk forgive quotes



4 komentar:

Gurindam

kalau kau hendak selamat  bekali diri dengan salihat jika dirimu sedang seteru ingat lidah setajam sembilu andai amarah mu...